Showing posts with label Naked Traveller. Show all posts
Showing posts with label Naked Traveller. Show all posts

Tuesday, September 1, 2015

Mandi bugil di Pura Sumedewi, Mata Air Masmadewi (Pancuran Pangsut)

Mandi di Mata Air Masmadewi atau Pancuran Pangsut tidak boleh mengenakan pakaian sama sekali alias telanjang bulat,
dimaksudkan untuk menjaga kesucian daerah tersebut dengan kembali seperti yang telah Tuhan Ciptakan
Mata Air Masmadewi atau disebut pancuran pangsut berada tepat di belakang Pura Sumedewi. Pura Sumedei sendiri berada di desa Bebalang, kabubaten Bangli, Bali. untuk menemukan lokasi pura ini sebenarnya cukup mudah hanya saja jalan untuk mencapai lokasi ini sempit, terjal dan agak rusak saat blok ini saya tulis. tapi lumayan mobil bisa lewat. apalagi motor. atau kalau ingin sekalian olah raga, mobil bisa di parkir di bale Banjar. tempat pertemuan seperti pendapa yang terdapat di perempatan sebelum menuju Pura Sumedewi.
Peta Bali, lokasi berada dalam kotak merah

Dalam kotak merah yang diperbesar, Kabupaten Bangli. Titik merah adalah lokasi Pura Sumedewi / Mata Air Masmadewi / Pancuran Pangsut
Pra Sumedewi. Di belakang Pura ini Mata Air Masmadewi /  Pancuran Pangsut Berada. Tepatnya di luar halaman Pura dan agak turun ke bawah

Mata Air Masmadewi atau pancuran pangsut sendiri adalah sumber air suci (holy Spring) yang dipercaya oleh masyarakat sejak dari dulu. karena kesuciannya itu siapa saja yang ingin mandi di Mata Air Masmadewi atau pancuran pangsut tidak boleh mandi dengan berpakaian meskipun dengan sehelai benang apalagi celana dalam. alias mandi di Mata Air Masmadewi atau pancuran pangsut ini harus telanjang bulat. tidak peduli cewek maupun cowok meskipun tidak ada pembatas apapun dan dinding apapun. selain itu mandi pada Mata Air Masmadewi atau pancuran pangsut ini juga tidat boleh derpikiran aneh-aneh termasuk perasaan sebel. jadi mandi di Mata Air Masmadewi atau pancuran pangsut adalah betul-betul kembali kepada kesucian atau alam sebab kita akan merasakan sensasi mandi dengan bebas di alam terbuka meskipun dengan telanjang bulat tanpa ada yang ditutup-tutupi. sebab sebelah Mata Air Masmadewi adalah sebuah jalan desa yang jika ada orang lewat dan melayangkan pandangannya ke arah Mata Air Masmadewi atau pancuran pangsut ini akan bisa melihat kita mandi dengan polosnya dan hanya terpisah oleh sungai yang jika menuju ke Mata Air Masmadewi atau pancuran pangsut melalui jembatan yang kecil pula.

Letak Mata Air Masmadewi yang berada di belakang Pura Sumedewi

Tapi jangan khawatir dan jangan malu, sebab masyarakat sekitar sudah memahami, menyadari dan terbiasa akan hal itu bahkan di jaga oleh pecalang (polisi adat Bali) yang tugasnya juga menjaga kesucian Mata Air Masmadewi atau pancuran pangsut. karena apabila ada orang yang terlihat asing akan diawasi agar mandinya tidak mengenakan pakaian sama sekali. hal itu adalah kearifan budaya lokal asli bangsa ini yang harus kita hargai dan dipertahankan.


Letak Mata Air Masmadewi / Pancuran Pangsut yang di lereng bukit dan di bawah pohon rindang menjadikan Mata Air Masmadewi / Pancuran Pangsut ini begitu alami.

Peraturan tertullis pada Mata Air Masmadewi / Pancuran Pangsut yang harus di taati
Bahkan saya pun tidak sungkan-sungkan untuk melakukan mandi di alam terbuka dengan bebas telanjang bulat dan diawasi oleh beberapa orang dari dekat yaitu penduduk dan pecalang. tapi jangan mengira diawasi seperti seorang polisi yang mengawasi dengan pandangan sangar bukan. tapi mengawasi dengan sapaan, keramahan dengan mengajak ngobrol bahkan menunjukan jalan wisata ketempat lain yang tak kalah bagusnya. merasakan indahnya bersosialisasi tanpa ada perbedaan dengan mandi bugil bersama.



Saya pun memutuskan untuk menikmati segarnya Mata Air Masmadewi atau Pancuran Pangsut, Tapi jangan berpikir jorok atau porno, ini merupakan kearifan budaya asli yang harus dipertahankan dan dilestarikan.

Friday, July 26, 2013

Mandi di Jolotundo

Rekreasi di Jolotundo
 menurut informasi yang saya dapat candi jolotundo adalah peninggalan pada masa Airlangga. konon dahulu tempat ini adalah tempat bak mandi beliau. sekarang candi jolotundo digunakan sebagai tempat wisata budaya oleh pemerintah kota Mojokerto. tempat ini buka selama dua pulu empat jam termasuk tanggal merah & hari libur. sebab selain sebagai tempat wisata budaya tempat ini juga diunakan sebagai tempat wisata rohani. sepanjang pengetahuan saya banyak orang dari Bali berdoa di tempat ini. juga orang orang lokal penganut kejawen juga sering melakukan sembahyang / semedi di tempat ini. seperti saya, meskipun tidak melakukan ritual apa pun di tempat ini tetap tidak masalah ikut mandi di petirtaan candi Jolotundo. asal tetap menghormati mereka yang melakukan sembahyang / ritual / semedi di tempat ini dengan tidak membuat kegaduhan, mengeluarkan kata-kata kotor, ataupun merusak seperti mencorat-coret. mandi di petirtaan tidak peerlu khawatir apabila tidak membawa baju ganti, sebab biasanya orang-orang di sini mandi dengan telanjang bulat bersama-sama. tenang saja tempat mandi untuk cowok & cewek di pisah. dan dengan mandi telanjang bulat di sana serasa kita kembali ke alam dan menyatu dengan alam. Dengan merasakan guyuran air pegunungan yang kaya akan mineral alaminya yang mengguyur seluruh tubuh kita tanpa penghalang apapun. selain itu juga dengan mandi telanjang bulat bersama di sana tidak ada lagi perbedaan antara manusia, kita semua sama.